• Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Bali - Bersahaja, Berintegritas, Berpengalaman, Berkomitmen - Suara Golkar Suara Rakyat
    • Selamat Datang di Website Resmi Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Bali - Bersahaja, Berintegritas, Berpengalaman, Berkomitmen - Suara Golkar Suara Rakyat
Baca Sudikerta

Lebih Dekat dengan Ketut Sudikerta (1), Mantan Kernet Bemo Kreneng-Sanur Jadi Wakil Gubernur

Oleh : golkarbali | 25 April 2016 | Dibaca : 1156 Pengunjung

“Pekerja keras” itulah kira-kira satu kalimat yang paling tepat untuk mewakili sosok Drs I Ketut Sudikerta, Wakil Bupati Badung, Calon Wakil Gubernur Bali 2013 yang berpasangan dengan Made Mangku Pastika ini. Ia bahkan pernah menjadi kernet Bemo (angkutan kota) jurusan Kreneng-Sanur PP.
  • Nama Lengkap: Drs. I Ketut Sudikerta
  • Tempat/Tanggal Lahir: Pecatu, 29 Agustus 1967
  • Pendidikan Terakhir: SMP Sunari Loka, SMA PGRI 4 Denpasar, Sastra Inggris Universitas Warmadewa
  • Pekerjaan: Pedagang Acung, Kenek Angkot, Pengusaha, Wakil Bupati Badung, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Wakil Gubernur Bali 2013-2018
  • Nama Istri: Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini SH
 
  
 
Sudikerta Sudah Mandiri Sejak Kecil
 
Pada tanggal 29 Agustus 1967, Sudikerta kecil lahir di Desa Pecatu, sebuah desa yang tandus di daerah Bukit Jimbaran. Seperti dituturkan oleh Sudikerta sendiri, dirinya berasal dari keluarga sederhana. Bahkan ia mengaku kehidupan keluarganya morat-marit.
 
Belum lagi, saat masih SD, ia sudah harus kehilangan ibu tercinta. Sudikerta menuturkan kepada Tokoh:
 
“Belum sempat saya mengenyam kasih sayang seutuhnya, Ibu sudah pergi meninggalkan kami.”
 
Namun, Sudikerta mengaku bangga karena dapat menamatkan pendidikan dasarnya di tanah kelahirannya itu. Melihat kondisi wilayah tandus dan kemampuan keluarga yang tidak memadai, Sudikerta memutuskan pergi ke Kuta untuk melanjutkan sekolah ke SMP Sunari Loka. Untuk biaya hidup dan sekolah, ia rela menjadi pedagang acung. Kepada Tokoh, Sudikerta menceritakan pengalamannya waktu itu:
 
“Waktu itu turis asing booming di Kuta. Saya mencoba mengadu nasib di sana. Kalau jadwal sekolahnya pagi, saya berjualan sore hari. Kalau masuk siang, jualannya pagi. Waktu itu saya dapat Rp 500.000 sebulan. Jaman itu uang sebanyak itu sangat besar sekali artinya. Saya tambah semangat bekerja.”
 
Banyak manfaat yang ia dapatkan sebagai pedagang acung, salah satunya berlatih Bahasa Inggris. Selain untuk biaya hidup dan sekolah, hasil bekerja sebagai pedagang acung juga ditabung—hingga berhasil membeli sepeda dengan hasil kerjanya sendiri.
 
Tiga tahun menjadi pedagang acung sangat berarti baginya. Ia berhasil menamatkan SMP dengan nilai Bahasa Inggris yang bagus. Ada suatu kebanggaan baginya karena ia mampu mencukupi kebutuhannya dari hasil keringatnya sendiri.
 
Jadi Kernet Bemo Jurusan Kreneng – Sanur PP
 
Perjuangan tiada akhir. Tamat SMP, ia melanjutkan ke SMA PGRI 4 Denpasar—sehingga tidak bisa lagi meneruskan pekerjaannya sebagai pedagang acung. Untuk biaya hidup dan sekolahnya, ia bekerja paruh waktu di perusahaan biro perjalanan. Di perusahaan tersebut Sudikerta rela bekerja rangkap di bidang cleaning service dan ekspedisi.
 
Untuk menambah uang saku, ia menjadi kernet bemo Denpasar-Sanur p.p. Kadang timbul perasaan malu karena ada teman sekolahnya yang menumpang bemo yang ia kerneti, aku Sudikerta.
 
“Kekerasan hidup yang saya lakoni memberi semangat untuk tetap berjuang dan melupakan sejenak rasa malu saya.”
 
Kuliah Sambil Jadi Guide, dan Ketemu Jodoh
 
Dengan kerja rangkap sebagai cleaning service, ekspedisi dan kernet bemo, Sudikerta berhasil menamatkan pendidikan SMA nya. Perjuangan Sudikerta belum selesai sampai di sana.
 
Ia melanjutkan pendidikannya ke Universitas Warmadewa, yang sekarang berlokasi di Tanjung Bungkak. Untuk biaya hidup dan kuliah, Sudikerta bekerja sebagai pemandu wisata (guide) paruh waktu. Awalnya, ia mendaftar ke Fakultas Teknik. Namun, ia merasa lebih sreg di jurusan Sastra Inggris.
 
“Sesuai dengan pekerjaan yang saya lakoni sebagai guide Inggris.”
 
Di situlah Sudikerta bertemu dengan istrinya, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini SH. Kebersamaannya sebagai pengurus senat dan resimen mahasiswa di Universitas Warwadewa, menjadikan Sudikerta dan Sri Sumiartini sering, dekat, pacaran, lalu menikah.
 
Mantan Kernet Bemo Jadi Wakil Gubernur
 
Masa-masa yang dilalui oleh Sudikerta selanjutnya adalah sebagai pengusaha, bergabung dengan Partai Golkar, Menjadi Wakil Bupati Badung, dan saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur Bali 2013 dari partai Golkar yang berdampingan dengan Calon Gubernur I Made Mangku Pastika.
 
Seperti ditulisakan di blognya Sudikerta Center, rencana pencalonan Sudikerta sempat memperoleh penolakan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Badung.
 
Setelah perbekel dan pekaseh di Badung menolak pencalonan Sudikerta sebagai cawagub, aksi serupa dilakukan oleh para bendesa adat di Kabupaten Badung. Dikutip oleh Sudikerta Center, Bendesa Adat Bongkasa Drs. I Nyoman Nada yang mewakili aspirasi bendesa adat yang tergabung dalam Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Abiansemal, 1/1/2013, mengatakan:
 
“Para bendesa adat tidak akan pernah merestui Wabup Sudikerta untuk maju pada Pilgub Bali. Kalau memaksakan Sudikerta sebagai cawagub dipandang tidak kompatibel karena tidak kantongi restu warga Badung.”
 
Pihak bendesa berpendapat bahwa ide, gagasan, inovasi, dan tenaga Sudikerta masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Badung terutama berkaitan dengan pembangunan Badung yang berlandaskan Tri Hita Karana. Keberadaan Sudikerta di Kabupaten Badung, kata Nada, benar-benar dirasakan oleh masyarakat Badung. Dengan penampilan yang sederhana bersahaja, warga Badung menaruh simpati kepada pejabat asal bebukitan tandus Desa Pecatu ini.
 
 
Namun hari ini, 26/1/2013, pasangan I Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta akhirnya dideklarasikan di Sekar Tanjung Center—dengan slogan “PASTI-KERTA”—seperti disampaikan oleh Made Mangku Pastika, via Facebook:
 
“Baru saja, tim hukum Pasti – Kerta dideklarasikan di Sekar Tunjung Center. Tim ini untuk mendukung Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta sebagai cagub dan cawagub Bali 2013-2018.”
 
Dengan demikian, maka sudah bisa dipastikan bahwa politisi Partai Golkar, Drs. I Ketut Sudikerta, yang di masa kecilnya pernah menjadi pedagang asong dan kernet bemo jurusan Kreneng-Sanur PP ini, akan ikut bertarung di Pilgub Bali bulan Mei 2013 dan akhirnya terpilih sebagai Wakil Gubernur Bali.
 
(Sumber: www.popbali.com, Tokoh, Sudikerta Center, Denpost, Vivanews. Sumber Foto: Sudikerta Center)


Oleh : golkarbali | 25 April 2016 | Dibaca : 1156 Pengunjung


Sudikerta Lainnya :

Lihat Arsip Sudikerta Lainnya :

 



 AGENDA KEGIATAN
Foto Kegiatan

TWEET TERBARU
FACEBOOK FANS
INSTAGRAM KAMI