• Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Bali - Bersahaja, Berintegritas, Berpengalaman, Berkomitmen - Suara Golkar Suara Rakyat
    • Selamat Datang di Website Resmi Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Bali - Bersahaja, Berintegritas, Berpengalaman, Berkomitmen - Suara Golkar Suara Rakyat
Baca Berita

Tahun Politik, Golkar Tabanan Genjot Penguatan Politik Kader

Oleh : golkarbali | 26 Desember 2017 | Dibaca : 144 Pengunjung

Bali menjadi salah satu daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2018 mendatang.
 
Guna menghadapi suksesi kepemimpinan lima tahunan ini dan tahun politik 2018/2019, sejumlah partai politik di Bali mulai melakukan konsolidasi internal sekaligus menggenjot penguatan politik kader.
 
Salah satunya sebagaimana dilakukan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (24/12/2017). Selain melakukan konsolidasi, Partai Golkar Tabanan menyelenggarakan Seminar Sehari "Penguatan Politik Kader Menuju Partai Golkar Modern dan Berintelektual".
 
Kegiatan ini dihadiri oleh 300 peserta, yang terdiri dari Ketua Pengurus Desa (PD) Partai Golkar dari 133 desa se-Kabupaten Tabanan, Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar dari 10 kecamatan se-Kabupaten serta pengurus pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Tabanan.
 
Seminar sehari ini dibuka oleh Korwil Tabanan DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Dewa Made Suambanegara
 
"Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin menguatkan pemahaman politik kader Partai Golkar Tabanan dalam menghadapi even politik ke depan, khususnya Pilgub Bali," jelas Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tabanan Arya Budi Giri (ABG), di sela-sela acara tersebut.
 
Sementara itu salah satu pembicara dalam seminar ini I Gusti Putu Wijaya, yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Partai Golkar Provinsi Bali, secara khusus membeberkan sejarah perkembangan organisasi Partai Golkar sejak tahun 1964.
 
Menurut dia, pembentukan Partai Golkar diawali dengan berdirinya Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) di masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno.
 
Sekber Golkar didirikan oleh golongan militer, khususnya perwira Angkatan Darat (seperti Letkol Suhardiman dari SOKSI). Semula dihimpun organisasi pemuda, wanita, sarjana, buruh, tani, dan nelayan untuk kemudian bergabung dalam Sekber Golkar, yang kemudian bertahan sampai saat ini.
 
Selanjutnya pembicara lainnya Drs. Panudiana Kuhn, membawakan materi 'Membangun Jiwa Entrepreneur, Mewujudkan Kader Mandiri Menuju Partai Golkar yang Mandiri'.
 
Panudiana Kuhn menegaskan, berpartai itu tidak bisa mendapatkan uang namun mengeluarkan uang untuk membiayai kegiatan politik.
 
"Kalau ada kader yang punya orientasi untuk mendapatkan uang dari partai, maka dia akan nenghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Sehingga tidak heran banyak kader partai yang berurusan dengan hukum," ucapnya.
 
Ia pun mendorong kader Partai Golkar di Tabanan, untuk berani berwirausaha. Dengan begitu, kader akan mandiri dan memiliki modal dalam melakukan kerja-kerja politik tanpa harus melakukan praktik kotor.
 
Sedangkan pembicara lainnya, Nyoman Wiratmaja, menegaskan, tujuan berpolitik adalah merebut kekuasaan.
 
"Jangan pernah menunggu, karena kekuasaan tak akan pernah diberikan percuma oleh lawan politik. Itu impossibile," ujarnya.
 
Dalam merebut kekuasaan, menurut dia, kader harus 'mempercantik' diri. "Cantik menurut orang, bukan menurut kita. Karena kalau kita, pasti menyebut diri kita cantik," tandas Wiratmaja.
 
Karena itu, kader partai harus berani memainkan segala jurus, agar bisa merebut kekuasaan itu.
 
"Banyak hal yang harus dimainkan untuk kita menang. Apapun itu harus ditempuh. Sebaliknya jujur, santun, tetapi kalau buat kita kalah? Lalu apa tujuan kita berpolitik? Merebut kekuasaan, namanya merebut, ya paksa dengan segala daya dan upaya," kata Wiratmaja. (gb/ik).


Oleh : golkarbali | 26 Desember 2017 | Dibaca : 144 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



 AGENDA KEGIATAN
Foto Kegiatan

TWEET TERBARU
FACEBOOK FANS
INSTAGRAM KAMI